Program Management
Public Relation
Media & Creative
Operational & Logistic
Program Management
Public Relation
Media & Creative
Operational & Logistic
Program Management
Public Relation
Media & Creative
Operational & Logistic
Smart Minapadi:
Integrasi IoT dan Energi Terbarukan untuk Pertanian Berkelanjutan
Di Desa Alue Keurinyai Menuju SDGs 2030
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH












03
TUJUAN PROGRAM
1. Mendorong pertanian ekologis melalui pengendalian hama hayati, pertanian tanpa bahan kimia sintetis, serta pemanfaatan limbah pertanian menjadi input produktif guna menjaga kesuburan tanah dan kelestarian lingkungan. 2. Meningkatkan kapasitas petani melalui perluasan akses terhadap teknologi serta memperkuat literasi digital guna mendorong efisiensi, inovasi, dan daya saing sektor pertanian di kawasan perdesaan.
03
TUJUAN PROGRAM
1. Mendorong pertanian ekologis melalui pengendalian hama hayati, pertanian tanpa bahan kimia sintetis, serta pemanfaatan limbah pertanian menjadi input produktif guna menjaga kesuburan tanah dan kelestarian lingkungan. 2. Meningkatkan kapasitas petani melalui perluasan akses terhadap teknologi serta memperkuat literasi digital guna mendorong efisiensi, inovasi, dan daya saing sektor pertanian di kawasan perdesaan.
03
TUJUAN PROGRAM
1. Mendorong pertanian ekologis melalui pengendalian hama hayati, pertanian tanpa bahan kimia sintetis, serta pemanfaatan limbah pertanian menjadi input produktif guna menjaga kesuburan tanah dan kelestarian lingkungan. 2. Meningkatkan kapasitas petani melalui perluasan akses terhadap teknologi serta memperkuat literasi digital guna mendorong efisiensi, inovasi, dan daya saing sektor pertanian di kawasan perdesaan.
02
FOKUS KEGIATAN
1. Integrasi IoT (Internet of Things) dalam sistem pertanian Minapadi. 2. Pemanfaatan energi terbarukan melalui solar cell untuk mendukung aktivitas pertanian. 3. Pendampingan dan edukasi masyarakat terkait teknologi berkelanjutan. 4. Pencapaian SDGs melalui program berbasis inovasi dan teknologi ramah lingkungan.
02
FOKUS KEGIATAN
1. Integrasi IoT (Internet of Things) dalam sistem pertanian Minapadi. 2. Pemanfaatan energi terbarukan melalui solar cell untuk mendukung aktivitas pertanian. 3. Pendampingan dan edukasi masyarakat terkait teknologi berkelanjutan. 4. Pencapaian SDGs melalui program berbasis inovasi dan teknologi ramah lingkungan.
02
FOKUS KEGIATAN
1. Integrasi IoT (Internet of Things) dalam sistem pertanian Minapadi. 2. Pemanfaatan energi terbarukan melalui solar cell untuk mendukung aktivitas pertanian. 3. Pendampingan dan edukasi masyarakat terkait teknologi berkelanjutan. 4. Pencapaian SDGs melalui program berbasis inovasi dan teknologi ramah lingkungan.
01
PPK ORMAWA BEM UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program nasional yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk meningkatkan peran dan kapasitas organisasi kemahasiswaan dalam menjalankan fungsi sosialnya. BEM Universitas Malikussaleh menjadi salah satu pelaksana program ini dengan mengusung tema: “Smart Minapadi: Integrasi IoT dan Energi Terbarukan untuk Pertanian Berkelanjutan di Desa Alue Keureunyai Menuju SDGs 2030.” Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi, khususnya di sektor pertanian dan perikanan, guna mendukung ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat desa.
01
PPK ORMAWA BEM UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program nasional yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk meningkatkan peran dan kapasitas organisasi kemahasiswaan dalam menjalankan fungsi sosialnya. BEM Universitas Malikussaleh menjadi salah satu pelaksana program ini dengan mengusung tema: “Smart Minapadi: Integrasi IoT dan Energi Terbarukan untuk Pertanian Berkelanjutan di Desa Alue Keureunyai Menuju SDGs 2030.” Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi, khususnya di sektor pertanian dan perikanan, guna mendukung ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat desa.
01
PPK ORMAWA BEM UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) adalah program nasional yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk meningkatkan peran dan kapasitas organisasi kemahasiswaan dalam menjalankan fungsi sosialnya. BEM Universitas Malikussaleh menjadi salah satu pelaksana program ini dengan mengusung tema: “Smart Minapadi: Integrasi IoT dan Energi Terbarukan untuk Pertanian Berkelanjutan di Desa Alue Keureunyai Menuju SDGs 2030.” Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi, khususnya di sektor pertanian dan perikanan, guna mendukung ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat desa.
MINAPADI
Mina Padi adalah inovasi pertanian berkelanjutan yang mengintegrasikan budidaya padi dengan ikan dalam satu lahan sawah. Konsep ini memberi manfaat ganda: padi tumbuh lebih subur karena mendapatkan nutrisi tambahan dari kotoran ikan, sementara ikan memperoleh habitat alami yang luas dengan pakan alami dari ekosistem sawah.
MINAPADI
Mina Padi adalah inovasi pertanian berkelanjutan yang mengintegrasikan budidaya padi dengan ikan dalam satu lahan sawah. Konsep ini memberi manfaat ganda: padi tumbuh lebih subur karena mendapatkan nutrisi tambahan dari kotoran ikan, sementara ikan memperoleh habitat alami yang luas dengan pakan alami dari ekosistem sawah.
MINAPADI
Mina Padi adalah inovasi pertanian berkelanjutan yang mengintegrasikan budidaya padi dengan ikan dalam satu lahan sawah. Konsep ini memberi manfaat ganda: padi tumbuh lebih subur karena mendapatkan nutrisi tambahan dari kotoran ikan, sementara ikan memperoleh habitat alami yang luas dengan pakan alami dari ekosistem sawah.
REAKTOR PIROLISIS
Reaktor pirolisis adalah teknologi yang memanfaatkan limbah biomassa (sekam padi, jerami, tongkol jagung, limbah kelapa muda) untuk menghasilkan produk bermanfaat: bioarang, bio-oil, dan syngas
REAKTOR PIROLISIS
Reaktor pirolisis adalah teknologi yang memanfaatkan limbah biomassa (sekam padi, jerami, tongkol jagung, limbah kelapa muda) untuk menghasilkan produk bermanfaat: bioarang, bio-oil, dan syngas
REAKTOR PIROLISIS
Reaktor pirolisis adalah teknologi yang memanfaatkan limbah biomassa (sekam padi, jerami, tongkol jagung, limbah kelapa muda) untuk menghasilkan produk bermanfaat: bioarang, bio-oil, dan syngas
SISTEM IOT
Untuk meningkatkan efisiensi dan ramah lingkungan, digunakan sistem Internet of Things (IoT) yang dikombinasikan dengan energi surya. Salah satu aplikasinya adalah alat pengusir hama otomatis berbasis sensor.
SISTEM IOT
Untuk meningkatkan efisiensi dan ramah lingkungan, digunakan sistem Internet of Things (IoT) yang dikombinasikan dengan energi surya. Salah satu aplikasinya adalah alat pengusir hama otomatis berbasis sensor.
SISTEM IOT
Untuk meningkatkan efisiensi dan ramah lingkungan, digunakan sistem Internet of Things (IoT) yang dikombinasikan dengan energi surya. Salah satu aplikasinya adalah alat pengusir hama otomatis berbasis sensor.
E-BOOK
E-BOOK
Want to know more about us?
EDUCATION ABOUT OUR PROGRAMS
Mina Padi: Sistem Terpadu Padi dan Ikan
Mina padi merupakan inovasi pertanian terpadu yang menggabungkan budidaya padi dengan perikanan air tawar dalam satu ekosistem sawah. Sistem ini tidak hanya memanfaatkan lahan secara optimal, tetapi juga menciptakan simbiosis mutualisme antara tanaman dan ikan. Padi mendapatkan nutrisi tambahan dari kotoran ikan yang berfungsi sebagai pupuk organik, sedangkan ikan mendapat perlindungan dari sinar matahari langsung serta sumber pakan alami seperti serangga, larva, dan organisme kecil yang hidup di lahan sawah.
Di Desa Alue Keurinyai, program percontohan lahan minapadi seluas 400 m² berhasil membuktikan bahwa integrasi ini mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menambah sumber pendapatan ganda bagi petani. Ikan yang dibudidayakan seperti nila atau lele dapat dipanen bersamaan dengan padi sehingga hasil panen lebih bernilai ekonomi.
Manfaat utama mina padi:
Ekonomi: petani mendapat keuntungan dari dua hasil panen (beras + ikan).
Lingkungan: mengurangi kebutuhan pupuk kimia dan pestisida, sehingga ramah lingkungan.
Kesehatan tanah: kotoran ikan membantu menjaga kesuburan tanah sawah.
Pengendalian hama alami: ikan memakan jentik nyamuk, larva serangga, dan gulma tertentu.
Dengan demikian, mina padi bukan hanya solusi pertanian, tetapi juga strategi ketahanan pangan berkelanjutan yang sangat potensial untuk desa-desa agraris di Indonesia.
Mina Padi: Sistem Terpadu Padi dan Ikan
Mina padi merupakan inovasi pertanian terpadu yang menggabungkan budidaya padi dengan perikanan air tawar dalam satu ekosistem sawah. Sistem ini tidak hanya memanfaatkan lahan secara optimal, tetapi juga menciptakan simbiosis mutualisme antara tanaman dan ikan. Padi mendapatkan nutrisi tambahan dari kotoran ikan yang berfungsi sebagai pupuk organik, sedangkan ikan mendapat perlindungan dari sinar matahari langsung serta sumber pakan alami seperti serangga, larva, dan organisme kecil yang hidup di lahan sawah.
Di Desa Alue Keurinyai, program percontohan lahan minapadi seluas 400 m² berhasil membuktikan bahwa integrasi ini mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menambah sumber pendapatan ganda bagi petani. Ikan yang dibudidayakan seperti nila atau lele dapat dipanen bersamaan dengan padi sehingga hasil panen lebih bernilai ekonomi.
Manfaat utama mina padi:
Ekonomi: petani mendapat keuntungan dari dua hasil panen (beras + ikan).
Lingkungan: mengurangi kebutuhan pupuk kimia dan pestisida, sehingga ramah lingkungan.
Kesehatan tanah: kotoran ikan membantu menjaga kesuburan tanah sawah.
Pengendalian hama alami: ikan memakan jentik nyamuk, larva serangga, dan gulma tertentu.
Dengan demikian, mina padi bukan hanya solusi pertanian, tetapi juga strategi ketahanan pangan berkelanjutan yang sangat potensial untuk desa-desa agraris di Indonesia.
Mina Padi: Sistem Terpadu Padi dan Ikan
Mina padi merupakan inovasi pertanian terpadu yang menggabungkan budidaya padi dengan perikanan air tawar dalam satu ekosistem sawah. Sistem ini tidak hanya memanfaatkan lahan secara optimal, tetapi juga menciptakan simbiosis mutualisme antara tanaman dan ikan. Padi mendapatkan nutrisi tambahan dari kotoran ikan yang berfungsi sebagai pupuk organik, sedangkan ikan mendapat perlindungan dari sinar matahari langsung serta sumber pakan alami seperti serangga, larva, dan organisme kecil yang hidup di lahan sawah.
Di Desa Alue Keurinyai, program percontohan lahan minapadi seluas 400 m² berhasil membuktikan bahwa integrasi ini mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menambah sumber pendapatan ganda bagi petani. Ikan yang dibudidayakan seperti nila atau lele dapat dipanen bersamaan dengan padi sehingga hasil panen lebih bernilai ekonomi.
Manfaat utama mina padi:
Ekonomi: petani mendapat keuntungan dari dua hasil panen (beras + ikan).
Lingkungan: mengurangi kebutuhan pupuk kimia dan pestisida, sehingga ramah lingkungan.
Kesehatan tanah: kotoran ikan membantu menjaga kesuburan tanah sawah.
Pengendalian hama alami: ikan memakan jentik nyamuk, larva serangga, dan gulma tertentu.
Dengan demikian, mina padi bukan hanya solusi pertanian, tetapi juga strategi ketahanan pangan berkelanjutan yang sangat potensial untuk desa-desa agraris di Indonesia.
Rancang Bangun Sistem IoT Pengusir Hama
Di era digital, pertanian tidak bisa lagi mengandalkan metode tradisional semata. Internet of Things (IoT) membawa solusi baru dengan memanfaatkan sensor, sistem otomatisasi, dan energi terbarukan untuk meningkatkan efisiensi. Salah satu implementasi nyata adalah alat pengusir hama otomatis berbasis IoT yang digerakkan dengan panel surya.
Cara kerjanya: sensor mendeteksi pergerakan hama (misalnya burung, tikus, atau serangga tertentu), lalu sistem memicu suara atau cahaya untuk mengusir hama tanpa harus menggunakan pestisida kimia. Panel surya dipasang sebagai sumber energi sehingga alat ini bisa beroperasi secara mandiri tanpa biaya listrik tambahan.
Manfaat penerapan IoT & panel surya dalam pertanian:
Efisiensi biaya: petani tidak perlu membeli pestisida berulang kali.
Ramah lingkungan: mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya.
Keberlanjutan energi: memanfaatkan energi matahari yang terbarukan dan gratis.
Peningkatan literasi teknologi: mendorong petani desa untuk lebih melek digital dan terbiasa menggunakan teknologi cerdas.
Di Desa Alue Keurinyai, alat IoT pengusir hama berbasis surya sudah diuji coba dan terbukti efektif melindungi sawah dari gangguan burung dan tikus. Teknologi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi desa-desa lain dalam mengadopsi smart farming menuju pertanian modern dan mandiri energi.
Rancang Bangun Sistem IoT Pengusir Hama
Di era digital, pertanian tidak bisa lagi mengandalkan metode tradisional semata. Internet of Things (IoT) membawa solusi baru dengan memanfaatkan sensor, sistem otomatisasi, dan energi terbarukan untuk meningkatkan efisiensi. Salah satu implementasi nyata adalah alat pengusir hama otomatis berbasis IoT yang digerakkan dengan panel surya.
Cara kerjanya: sensor mendeteksi pergerakan hama (misalnya burung, tikus, atau serangga tertentu), lalu sistem memicu suara atau cahaya untuk mengusir hama tanpa harus menggunakan pestisida kimia. Panel surya dipasang sebagai sumber energi sehingga alat ini bisa beroperasi secara mandiri tanpa biaya listrik tambahan.
Manfaat penerapan IoT & panel surya dalam pertanian:
Efisiensi biaya: petani tidak perlu membeli pestisida berulang kali.
Ramah lingkungan: mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya.
Keberlanjutan energi: memanfaatkan energi matahari yang terbarukan dan gratis.
Peningkatan literasi teknologi: mendorong petani desa untuk lebih melek digital dan terbiasa menggunakan teknologi cerdas.
Di Desa Alue Keurinyai, alat IoT pengusir hama berbasis surya sudah diuji coba dan terbukti efektif melindungi sawah dari gangguan burung dan tikus. Teknologi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi desa-desa lain dalam mengadopsi smart farming menuju pertanian modern dan mandiri energi.
Rancang Bangun Sistem IoT Pengusir Hama
Di era digital, pertanian tidak bisa lagi mengandalkan metode tradisional semata. Internet of Things (IoT) membawa solusi baru dengan memanfaatkan sensor, sistem otomatisasi, dan energi terbarukan untuk meningkatkan efisiensi. Salah satu implementasi nyata adalah alat pengusir hama otomatis berbasis IoT yang digerakkan dengan panel surya.
Cara kerjanya: sensor mendeteksi pergerakan hama (misalnya burung, tikus, atau serangga tertentu), lalu sistem memicu suara atau cahaya untuk mengusir hama tanpa harus menggunakan pestisida kimia. Panel surya dipasang sebagai sumber energi sehingga alat ini bisa beroperasi secara mandiri tanpa biaya listrik tambahan.
Manfaat penerapan IoT & panel surya dalam pertanian:
Efisiensi biaya: petani tidak perlu membeli pestisida berulang kali.
Ramah lingkungan: mengurangi ketergantungan pada bahan kimia berbahaya.
Keberlanjutan energi: memanfaatkan energi matahari yang terbarukan dan gratis.
Peningkatan literasi teknologi: mendorong petani desa untuk lebih melek digital dan terbiasa menggunakan teknologi cerdas.
Di Desa Alue Keurinyai, alat IoT pengusir hama berbasis surya sudah diuji coba dan terbukti efektif melindungi sawah dari gangguan burung dan tikus. Teknologi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi desa-desa lain dalam mengadopsi smart farming menuju pertanian modern dan mandiri energi.
Rancang Bangun Reaktor Pirolisis
Salah satu masalah besar dalam pertanian adalah limbah biomassa yang sering dibiarkan menumpuk, seperti sekam padi, jerami, tongkol jagung, hingga limbah kelapa muda. Dengan teknologi pirolisis menggunakan alat retort kiln, limbah-limbah ini dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi: bioarang (biochar), bio-oil, dan syngas.
Proses pirolisis bekerja dengan cara memanaskan biomassa hingga suhu ±400°C dalam kondisi oksigen terbatas. Hasilnya:
Bioarang (Biochar): berfungsi sebagai pupuk organik untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya serap air, dan menambah unsur hara penting.
Bio-Oil (Asap Cair): dapat digunakan sebagai insektisida organik ramah lingkungan, pengawet alami, bahkan berpotensi sebagai bahan bakar alternatif.
Syngas: gas campuran (CO, H₂, CH₄) yang bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar untuk proses pembakaran.
Manfaat penerapan reaktor pirolisis di tingkat desa:
Lingkungan bersih: mengurangi limbah pertanian yang biasanya dibakar sembarangan.
Pertanian sehat: menghasilkan pupuk dan insektisida organik yang aman bagi tanah dan tanaman.
Kemandirian energi: menyediakan sumber energi alternatif dari syngas dan bio-oil.
Ekonomi sirkular: limbah diubah menjadi produk bernilai guna, menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.
Dengan adanya teknologi ini, petani tidak hanya mengolah hasil pertanian, tetapi juga mengolah sisa pertanian menjadi produk bernilai. Hal ini menjadikan desa lebih mandiri, berkelanjutan, dan mampu menerapkan prinsip ekonomi hijau.
Rancang Bangun Reaktor Pirolisis
Salah satu masalah besar dalam pertanian adalah limbah biomassa yang sering dibiarkan menumpuk, seperti sekam padi, jerami, tongkol jagung, hingga limbah kelapa muda. Dengan teknologi pirolisis menggunakan alat retort kiln, limbah-limbah ini dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi: bioarang (biochar), bio-oil, dan syngas.
Proses pirolisis bekerja dengan cara memanaskan biomassa hingga suhu ±400°C dalam kondisi oksigen terbatas. Hasilnya:
Bioarang (Biochar): berfungsi sebagai pupuk organik untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya serap air, dan menambah unsur hara penting.
Bio-Oil (Asap Cair): dapat digunakan sebagai insektisida organik ramah lingkungan, pengawet alami, bahkan berpotensi sebagai bahan bakar alternatif.
Syngas: gas campuran (CO, H₂, CH₄) yang bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar untuk proses pembakaran.
Manfaat penerapan reaktor pirolisis di tingkat desa:
Lingkungan bersih: mengurangi limbah pertanian yang biasanya dibakar sembarangan.
Pertanian sehat: menghasilkan pupuk dan insektisida organik yang aman bagi tanah dan tanaman.
Kemandirian energi: menyediakan sumber energi alternatif dari syngas dan bio-oil.
Ekonomi sirkular: limbah diubah menjadi produk bernilai guna, menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.
Dengan adanya teknologi ini, petani tidak hanya mengolah hasil pertanian, tetapi juga mengolah sisa pertanian menjadi produk bernilai. Hal ini menjadikan desa lebih mandiri, berkelanjutan, dan mampu menerapkan prinsip ekonomi hijau.
Rancang Bangun Reaktor Pirolisis
Salah satu masalah besar dalam pertanian adalah limbah biomassa yang sering dibiarkan menumpuk, seperti sekam padi, jerami, tongkol jagung, hingga limbah kelapa muda. Dengan teknologi pirolisis menggunakan alat retort kiln, limbah-limbah ini dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi: bioarang (biochar), bio-oil, dan syngas.
Proses pirolisis bekerja dengan cara memanaskan biomassa hingga suhu ±400°C dalam kondisi oksigen terbatas. Hasilnya:
Bioarang (Biochar): berfungsi sebagai pupuk organik untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya serap air, dan menambah unsur hara penting.
Bio-Oil (Asap Cair): dapat digunakan sebagai insektisida organik ramah lingkungan, pengawet alami, bahkan berpotensi sebagai bahan bakar alternatif.
Syngas: gas campuran (CO, H₂, CH₄) yang bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan bakar untuk proses pembakaran.
Manfaat penerapan reaktor pirolisis di tingkat desa:
Lingkungan bersih: mengurangi limbah pertanian yang biasanya dibakar sembarangan.
Pertanian sehat: menghasilkan pupuk dan insektisida organik yang aman bagi tanah dan tanaman.
Kemandirian energi: menyediakan sumber energi alternatif dari syngas dan bio-oil.
Ekonomi sirkular: limbah diubah menjadi produk bernilai guna, menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.
Dengan adanya teknologi ini, petani tidak hanya mengolah hasil pertanian, tetapi juga mengolah sisa pertanian menjadi produk bernilai. Hal ini menjadikan desa lebih mandiri, berkelanjutan, dan mampu menerapkan prinsip ekonomi hijau.

